Langsung ke konten utama

Jualan Bachot! Kubu Anies Sebut Pandai Bicara Jadi Modal Pemimpin untuk Berkomunikasi


Anies. (Foto: Ist)

Jakarta –  Bakal calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan kerap dituding Cuma pandai bicara. Kubu Anies menilai sejatinya seorang pemimpin negara harus memiliki kepiawaian komunikasi

“Nah kan sering dikritik ya Pak Anies pandai bicara segala macam gitu ya, iya pemimpin negara itu kan memang harus dengan komunikasi,” kata anggota tim 8 KPP perwakilan dari Anies Baswedan, Sudirman Said, dalam program Crosscheck Metrotvnews.com bertajuk ‘’Yuk Kapan? Anies Paling Slay Ditantang Debat”, Minggu, 27 Agustus 2023.

Sudirman mengatakan komunikasi yang mumpuni dapat menggerakkan kabinet, seluruh aparat , dan instrumen negara. Namun, komunikasi itu juga harus didukung dengan tenaga berupa gagasan-gagasan yang relevan.

“Nah tenaganya dari mana, dari pikiran dari ide, dari pengalaman dari sistem, revisi, dan sebagainya,” ucap Sudirman.

Ia juga tak memungkiri bahwa kepiawaian Anies dalam berkomunikasi jadi modal. Gagasan-gagasannya juga menjadi kekuatannya.

Soal angka dalam survei tak masalah. Gagasan Anies diyakini akan dilirik penuh melalui debat capres terbuka.

“Pengalaman di (Pilkada DKI Jakarta) 2017 saya juga ikut membantu, semakin sering ada perdebatan, maka angkanya Pak Anies semakin kecil. Malah akhirnya memenangkan Pilkada,” ujar Sudirman.

Salah satu bukti jualan omongan Anies dibeberkan oleh Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menyampaikan refleksi kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama 5 tahun memimpin Ibu Kota. Menurut PDIP, Anies hanya berhasil merealisasi 5 dari 23 janji kampanye.

“Lima dari 23. Ini statusnya berhasil atau nggak berhasil, nanti disimpulkan sendiri,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2022).

PDIP turut memaparkan sejumlah janji kampanye yang direalisasi ataupun tak mencapai target. Salah satu janji yang tak sesuai dengan target ialah realisasi naturalisasi hingga capaian pembangunan rumah DP Rp 0 hanya sebesar 2.332 unit dari target semula 232.214 atau hanya 1%.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Demi Keadilan dan Terang Benderang, Adi Prayitno: Bawaslu Harus Usut Utang Kampanye Anies Rp 50 Miliar!

Anies. (Foto: Ist) Jakarta  – Direktur Eksekutif Parameter Indonesia Adi Prayitno meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengusut utang kampanye Anies Baswedan saat pilgub 2017 yang jumlahnya sekitar Rp 50 miliar. Pasanya, dana kampanye sebagai peserta pemilu, pasangan calon presiden dan wakil presiden ataupun partai politik diberi hak menerima sumbangan dana kampanye yang tidak mengikat perorangan. Dan tidak boleh melebihi 2,5 miliar rupiah atau yang berasal dari    kelompok, perusahaan, dan/atau badan usaha nonpemerintah yang tidak boleh melebihi 25 miliar rupiah. “Secara regulatif ataupun secara etik politik perlu ditelusuri,” kata Adi kepada wartawan, Jum’at (24/2). Adi menjelaskan, aturan sumber dana kampanye telah tercantum dalam Pasal 326 UU Pemilu berpotensi merugikan hak konstitusionalnya. “Rp 50 miliar itu di dalam undang-undang tidak boleh karena melebihi jumlah batas maksimal. Kalau atas nama perusahaan dia gak boleh lebih dari Rp 50 juta. Ini Rp50 miliar atas nama apa? It

Harapan Anies Pupus Geh! Resmi Dukung Prabowo, Budiman Sudjatmiko Sebut Recana Duet Anies dengan Ganjar Tak Cocok

Anies. (Foto: Ist) Jakarta – Ketum Prabu Budiman Sudjatmiko mengunjungi kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara Nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023) malam. (Suara.com/Novian) Wacana duet Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan di Pilpres 2024 makin santer terdengar. Menurut Mantan politisi PDIP yang kini mendukung Prabowo, Budiman Sudjatmiko menyebut keduanya tak cocok dipasangkan. Dalam podcast Merry Riana Sabtu, 26 Agustus 2023, Budiman menyebut alasannya karena nilai-nilai yang dipegang Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan sangat berbeda. “Bagi saya, itu persoalannya bukan lagi organisasional dan politis. Itu bahkan lebih pada soal nilai-nilai yang berbeda ya,” ungkapnya di podcast dilansir dari hops.id. Menurutnya bila duet itu terjadi ia akan lebih bersedih dan akan lebih baik maju terpisah, bersama kelompok masing-masing. “Ya, valuenya berbeda ya. Biarkan Pak Anies dengan kubunya sendiri, dengan kelompok-kelompoknya sendiri,” kata

Sengit! Dukung Anies Sebagai Bapak Politik Identitas, Partai Ummat Preteli Bantahan Koalisi Perubahan!

Dukung Anies Bapak Politik Identitas, Partai Ummat rampok simpatisan Koalisi Perubahan. (Foto: Ist) Jakarta  – Dukung Anies Bapak Politik Identitas, Partai Ummat preteli Koalisi Perubahan justru berkomitmen sebaliknya. Dukungan Partai Ummat pada Anies sebagai Bapak Politik Identitas membuat koalisi perubahan kehilangan arah narasi dalam kampanye. Partai Ummat dukung Anies sebagai Bapak Politik Identitas membuat narasi Koalisi Perubahan sejak Oktober 2022 menjadi mentah percuma. Pengamat Adi Prayitno menilai Koalisi Perubahan yang takut berhadapan dengan pemerintah, kini justru diambil alih Partai Ummat. Sebagai partai baru, Partai Ummat mencuri suara simpatisan Nasdem, Demokrat, dan PKS dalam mewakili kelompok perlawanan. Bukan mustahil, dukungan Partai Ummat pada Anies dan sikapnya pada politik identitas yang tegas membuat elektabilitas Nasdem, Demokrat dan PKS tergerus habis jadi gelandangan politik